Dianggap Memfitnah Aksi 212 Adalah Perusak NKRI Dan Kebhinnekaan, Netizen Muslim Ramai-ramai Memboikot Sari Roti - Era TV

Tayangan Terbaru

Post Top Ad


Selasa, 06 Desember 2016

Dianggap Memfitnah Aksi 212 Adalah Perusak NKRI Dan Kebhinnekaan, Netizen Muslim Ramai-ramai Memboikot Sari Roti

Aksi 212 yang dilakukan oleh umat islam pada Tanggal 02 Desember 2016, selain untuk membela Al Qur'an juga untuk menjaga keutuhan NKRI. Karena bila perbuatan menistakan agama dibiarkan, maka akan melahirkan penista-penista lain yang akan merusak kebhinnekaan dan kerukunan antar umat beragama di Indonesia.

Dalam aksi 212 banyak sekali donatur yang menyumbangkan makanan dan minuman untuk peserta aksi. Ada seorang ibu yang menyumbangkan satu kontainer minuman sekaligus membantu ikut menurunkan dari mobil dan ada pula donatur yang memborong Sari Roti dan membagikannya kepada para mujahid.

Dalam setiap gerobak Sari Roti yang diborong ditempeli kertas dengan tulisan tangan "Gratis untuk mujahid" karena tidak mau dianggap mendukung aksi 212, pihak Sari Roti mengklarifikasi lewat pengumuman pada web resminya: http://www.sariroti.com/post/berita-pers/pengumuman-1/


Namun ada poin dalam pengumuman tersebut telah dianggap menyinggung umat Islam pada umumnya dan peserta aksi 212 pada khususnya. Pada poin 2 dijelaskan bahwa:

2. PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. senantiasa berkomitmen menjaga Nasionalisme, keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Bhinneka Tunggal Ika dengan senantiasa berusaha untuk menjadi perusahaan kebanggaan Indonesia.

Dengan pernyataan tersebut umat muslim menganggap bahwa pihak dari PT Nippon Indosari Corporindo Tbk. Secara tidak langsung telah memfitnah bahwa aksi 212 adalah perusak Nasionalisme, keutuhan NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

Akibatnya banyak netizen muslim yang geram atas fitnah tersebut dan mendeklarasikan untuk tidak lagi membeli produk Sari Roti dan mengkampanyekan untuk memboikot produk Sari Roti seperti yang diungkapkan para netizen lewat akun Facebooknya.


Seperti yang diungkapkan oleh akun Zulkifli Ahyar Panjaitan: "Setiap pagi anak saya selalu beli Sari Roti di Indomaret, rasa coklat keju pilihannya. Terimakasih Sari Roti, sekarang kita berpisah." Dan masih banyak lagi yang disampaikan oleh para netizen lewat akun Facebooknya. 


Selain konsumen, penjual pun menyatakan enggan untuk menjual produk Sari Roti ditokonya, seperti yang diungkapkan akun Salmi Yanti' "Alhamdulillah ditoko saya sudah tidak masuk lagi Sari Roti, seandainya dititip lagi saya tidak akan terima lagi."

Selain Salmi Yanti banyak toko lain yang menolak untuk menjual produk Sari Roti, bahkan ada yang menempelkan kertas pada rak dagangan yang berisi Sari Roti untuk menolak produk Sari Roti sebelum mereka meminta maaf pada umat muslim.



Hingga berita ini diturunkan belum ada klarifikasi dari pihak PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. Mengenai anggapan umat muslim yang merasa perusahaan tersebut telah memfitnah bahwa aksi super damai 212 adalah aksi pemecah belah NKRI. (Amr/red)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad


Pages